Sepotong Roti

Orang yang bersikap adil merupakan musuh setan dan sebaliknya orang yang bersikap tidak adil itu teman setan. Sesuatu yang tidak adil akan menjadi perkara yang disukai setan dan banyak setan nongkrong disana makanya bersikaplah adil dalam segala urusan agar terhindar dari perkara-perkara yang disukai sama setan dan nongkrong bersama setan. Nongkrong dibawah terik matahari tanpa penghalang disiang bolong saja panasnya luar biasa, apalagi nongkrong disiang hari ditemani setan-setan, pasti panasnya luar biadabb heu heu…

Sebelum melanjutkan pembicaraan tentang adil, perlu kita ketahui bersama apa yang dimaksud dengan definisi adil. Adil adalah “menempatkan sesuatu pada tempatnya atau memberikan sesuatu sesuai porsinya bukan sama rata sama rasa (KH. Drs. Sutrisno Usman)”. Dalam fenomena masyarakat sekarang banyak sekali perkara-perkara kecil yang timbul menjadi masalah besar dan bahkan menimbulkan permusuhan yang terkadang berakibat pada hilangnya nyawa seseorang atau bahkan sekelompok orang karena berawal dari hal yang diputuskan secara adil.

Inspirasi sikap adil seorang ibu terhadap kedua anaknya. “Seorang ibu pulang dari sebuah acara, karena begitu sayangnya seorang ibu terhadap anaknya meskipun mendapat sepotong roti bingkisan dari acara tersebut, yang seharusnya dimakan pada saat acara tersebut seorang ibu rela untuk tidak memakannya dan dibawalah pulang untuk anaknya. Sesampainya dirumah, ternyata yang diharapkan oleh seorang ibu tersebut tidak sesuai kenyataan, bukannya dirumah senang justru sebaliknya sepotong roti tersebut menjadi pertengkaran kedua anaknya. Akhirnya singkat cerita, sang ibu mengambil tindakan agar sepotong roti tersebut dibelah menjadi dua saja, ternyata dibelah duapun, jika tidak sesuai dengan harapan kedua anaknya akan menjadi masalah lagi. Untuk mengakomodir agar menjadi adil, bukan ibunya yang membagi melainkan salah satu anaknya yang membagi dan salah satu anaknya yang memilih. Bisa saja, yang tua yang membagi kemudian yang muda yang memilih atau yang muda yang membagi dan yang tua yang memilih.

Kali ini ibu yang bijak ini, memilih yang tua disuruh untuk membagi dan yang muda disuruh untuk memilih. Kenapa ibu memilih yang tua, dalam kasus diatas tentunya seorang ibu lebih tau dan paham betul terhadap karakter anaknya, jadi setiap kasus bisa saja beda penanganandan cara dalam mensikapinya karena hal ini juga termasuk dalam mewujudkan sikap adil, yang jelas dari contoh tersebut satu membagi dan yang satunya memilih, jangan sampai yang satu membagi dan yang membagi juga yang memilih nachh… ini dia yang sering berdampak pada permasalahan-permasalahan yang terkadang menjadikan angkara murka didunia ini”.

Itu hanyalah sebuah ilustrasi tentang sikap adil dalam lingkungan yang kecil yaitu rumah tangga dan lebih kecil lagi ibu terhadap dengan judul sepotong roti. Dalam fenomena kehidupan nyata yang lebih besar banyak sekali kasus dan polemik yang ditimbulkan dari sifat tidak adil. Misalnya saja penguasa dengan rakyat, sekelompok orang dengan sekelompok orang yang lain, penguasa dengan pengusaha, orang tua dengan anak dan barangkali masih banyak lagi contoh lainnya. Jika terjadi permasalahan antara kedua belah pihak yang berkaitan dengan keadilan, bisa saja untuk kasus tertentu mengambil atau mempraktekkan kasus kecil diatas, misalnya penguasa dengan rakyat (penguasa yang membagi rakyat yang memilih atau sebaliknya), penguasa dengan pengusaha (penguasa yang membagi pengusaha yang memilih atau sebaliknya), dan seterusnya. yang perlu di hindari ya seperti contoh kecil diatas tadi, Sang Penguasa yang membagi dan Sang penguasa juga yang memilih atau rakyat yang membagi dan rakyat pula yang memilih akhirnya muncul dampak sistemik tak berujung usai yang bermula dari ketidakadilan. Dari hal tersebut bukan berarti setiap kasus adil sama penanganannya seperti diatas lhooo..*catat

Sekali lagi sesempurna apapun tidak ada yang dapat mewujudkan sikap adil secara sempurna apalagi adil yang menggunakan prinsip “sama rasa sama rata atau sama saja”, andaikan tubuh manusia harus adil dan dapat mewujudkannya dengan cara tubuh terbelah menjadi dua atau menjadi dua mahluk yang sama persis sekalipun tak akan mungkin dapat mewujudkan rasa adil dengan “konsep sama rata sama rata” justru jika hal ini bisa terjadi mengakibatkan masalah yang jauuuh lebih besar karena hanya Allah yang sempurna!! Setiap orang, penguasa, pengusaha, anak, guru, pejabat dllnya itu berbeda-beda karakternya. Salah satu cara untuk mewujudkan sikap adil yaitu dengan menempatkan sesuatu pada tempatnya atau memberikan sesuatu pada porsinya, dengan mengembalikan segalanya pada Ketentuan Allah, karena hanya Allah yang maha sempurna!

Dan jika ternyata sudah diberitahukan terhadap ketentuan Allah yang sebenar-benarnya tentang sikap adil dari orang yang memang membidangi hal ini tapi masih berpaling dan bahkan melawan ketentuan Allah tersebut dengan berbagai ungkapan rasa emosi, ego dan sombong. Sungguh benar-benar celaka dan sikap seperti ini dapat mengantarkan ke neraka!!. Untuk itu jika ada permasalahan kembalikan pada ketentuannya karena jika tidak pasti akan timbul kekacauan dan permasalahan-permasalahan baru. Perlu disadari bersama bahwa sikap adil sulit, apalagi mewujudkan sikap adil jauuh lebih sulit. Untuk bersikap dan mewujudkan adil haruslah dimulai dari hati yang terdalam karena dapat memberikan pertimbangan apakah sudah sesuai dengan hati apa bertentangan dengan hati nurani tentunya maksud hati disini hati yang bersih dan di rahmati oleh Allah SWT. Jika mempunyai hati tapi tidak digunakan secara hati-hati bisa menjadikan masalah hati, penyakit hati, emosi, frustasi, bunuh diri dan akhirnya ngga jadi mati hii hii hii…ngeriii.. , maka waspadalah.. waspadalah heu!!

*T&L

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s