Rezeki Tak Di Sangka

Tiba-tiba teringat kejadian kisaran tahun 2006 yang lalu bersama seorang sahabat Sdra. Ustadz Fatturahmi, pada malam hari jalan-jalan mencari makan tengkleng, sudah berputar-putar kesana kemari tapi tak menemukan juga karena yang biasa jualan sudah pada tutup semua. Akhirnya Mas Fatur mengajaknya pulang ke tempat tinggalnya, lho kok pulang? Sudah kita pulang aja hmm….yaa okelah klo begitu, ternyata baru duduk di ruang tamu dan belum sempat ngobrol-ngobrol tau-tau ada yang ketok-ketok pintu mengantarkan makanan dan ternyata makanan yang di antar itu sama persis dengan yang sedang kita cari. Setelah yang mengantar makanan tersebut pulang kemudian sambil ngobrol ngalor ngidul sambil menyantap makanan, Mas Fatur bilang, “Beginilah yang namanya rizki datangnya tak disangka-sangka” tapi tentunya sudah melalui proses usaha terlebih dahulu dunk… jangan sampai ngga pernah usaha apapun kok minta ada rizki tak terduga dan diantar…

Setiap kita pernah melakukan usaha, entah berwirausaha ataupun bekerja. Nach, dalam perjalanan tentunya sangat variatif, ada yang setelah lulus kuliah/ sekolah langsung mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan harapannya dan adapula yang melalui berbagai macam proses susah sampai akhirnya menemukan apa yang dicari entah itu bekerja/ wirausaha. Tapi jika saya mengamati beberapa orang-orang disekitar saya, rata-rata/ kebanyakan orang yang terjun didunia wirausaha hampir mayoritas sudah mengalami berbagai macam usaha ini, itu dan lain sebagainya, karena untuk berhasil itu butuh proses, waktu dan pengorbanan alias bukan sulap!

Kalau sesuatu diperoleh dengan cara singkat/ cepat/ instan pastilah kurang baik, misalnya: Sarjana Palsu, ngga pernah sekolah tau-tau dapat gelar sarjana dibidang tertentu, tentunya dalam kehidupannya sarjana palsu tersebut tidak tenang karena selalu was-was halah kaya acara tivi ajah heu.. ketika ketahuan ternyata ijasahnya palsu akhirnya karirnya hancur, ketika ngobrol tentang disiplin ilmu dibidangnya dengan orang tertentu was-was karena ngga nyambung alias ngga pernah dapat ilmu dibidang tersebut akhirnya apa? Hmmm…kalo boleh meminjam istilah krupuk, gampang melempem dechh…

Begitupun dengan usaha, melalui tahapan/ proses terlebih dahulu dari mencari ide, pencetusan ide, merealisasikan ide, tumbuh dan berkembang, gagal ditengah jalan kemudian berupaya bangkit atau mencari ide dan akhirnya meraih keberhasilan. Semua proses tersebut seperti halnya tahapan ketika kita sekolah, kelas satu dulu dan seterusnya akhirnya lulus. Kalo usaha instan yaa nanti seperti Sarjana Palsu, Krupuk ataupun Mie Instan gampang melempem dechh..

Untuk itu lebih baik FOCUS pada proses yang dijalani tentunya dengan sudah mengantongi TUJUAN, klo hanya focus pada proses tanpa memiliki tujuan dan target yang jelas nanti proses melulu dunk ga selesai-selesai, setiap ditanya gimana sekarang pasti sudah berhasil ya? Sambil senyam..senyum..sedang proses heuu.. jangan mimpi mau berhasil, jika jangankan ACTION pernah ngomong aja engga gimana berhasil hayoo!!! Kalo mau action modalnya cukup berani yang lainnya biarlah sambil jalan, mau usaha apa aja itu bagus yang penting DIBUKA… jangan sampai sudah bertahun-tahun proses melulu BUKA usaha satupun belum pernah… Itu sama halnya mimpi ga bangun-bangun lhooo hoo…karena ide sebagus apapun tanpa di realisasikan seperti halnya mimpi yang pasti tidak akan pernah jadi kenyataan. Lebih baik satu ide tapi di realisasikan daripada segudang ide tapi nda pernah dibuka satupun.

Ingin melalui proses yang indah dan penuh tantangan, yaa..masuklah dunia bisnis. Kenapa, di dunia ini penuh dengan misteri dan rezeki yang tak disangka, jawabanya seperti yang di sabdakan oleh Nabi Muhammad SAW “Perhatikan olehmu sekalian, sesungguhnya Sembilan dari sepuluh pintu rezeki di dunia ini terdapat di dalam perdagangan (bisnis). H.R Ahmad”. Dengan demikian tak perlu diragukan dan di sangsikan kebenaran madzab ini, ingin mendapatkan rezeki yang tak di sangka masuk saja ke dunia bisnis. Kata para Ulama Allah akan memberikan rezeki yang jumlah dan datangnya tidak disangka-sangka kepada orang-orang yang dekat kepadaNya (bertaqwa), nachh… jika kita masih bisa menyangka berapa rezeki yang akan kita terima hari ini/ besok hari, perlulah kita sama-sama berintrospeksi terkait dengan KADAR kedekatan/ ketaqwaan kita terhadapNYA.

Berbicara masalah taqwa tentunya jangan diartikan sempit hanya ibadah kepadaNya saja, jika demikian nanti khawatirnya hanya ibadah berdoa aja kepadaNya sampai lumutan atau sampai ada sarang laba-laba kemudian berharap ada rezeki tak disangka tiba-tiba disampingnya wah, jangan..jangan…sekali lagi jangan! Itu sangat berbahaya bisa-bisa bukanya dapat rezeki tak disangka malah musibah sakit menimpaNya karena hal tersebut menyalahi fitrah manusia sebagai mahlukNya yang membutuhkan kebutuhan makan, minum dan istirahat. Taqwa disini yaa… beribadah secara kaffah baik kepada Sang Khaliq maupun dengan sesama mahluk tentunya dengan cara melakukan dan memberikan terbaik, karena semua akan kembali kepada setiap kita. Jika kita melakukan dan memberikan dengan cara biasa dan alakadarnya nanti yang kembali kepada kitapun jas buka iket blangkon alias sami mawonn … biasa dan alakadarnya aja…

Untuk itulah selain berusaha dengan melakukan dan memberikan yang terbaik, sesekali berikan kejutan terutama kepda orang tua kita kemudian kepada orang-orang dekat, orang yang repot dan membutuhkan. Nach….setelah melakukan usaha dan berdoa secara maksimal barulah berserah diri hanya berharap kepadaNya. Setelah hal tersebut dilakukan boleh dan sah-sah saja berharap rezeki tak disangka dariNya, yang tidak boleh itu berharap kepada mahlukNya misalnya tuyul, mba yul heu..heuu….

Demikian, semoga bermanfaat amiennn..

 *T&L

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s